About Me
Komentar Terbaru
Powered by Blogger.
- CONTACT US (1)
- INDOBATT (27)
- KOPASSUS (2)
- KORPASKHAS (6)
- KOSTRAD (2)
- MARINIR (5)
- PASPAMPRES (1)
- TNI AD (1)
- TNI AU (2)
- UMUM (4)
Saturday, 15 November 2008
KONTAK KAMI
14:51 | Posted by
INDOBATTFUNNY |
Edit Post
Ingin Kontak Dengan Kami...!!!
1. Mungkin pertanyaan,
2. Kritik,
3. Saran,
4. Sharing informasi dll
Silahkan isi Form Kontak di bawah ini. Terima kasih...!!
Labels:
CONTACT US
|
0
comments
Friday, 7 November 2008
JENDERAL SPANYOL KAGUM DENGAN SEMANGAT PRAJURIT GARUDA
13:54 | Posted by
INDOBATTFUNNY |
Edit Post
Kunjungan yang berlangsung sekitar 4 jam mulai pukul 10.00 hingga 14.00 waktu setempat merupakan bagian dari kunjungan kerjanya ke kontingen yang berada di bawah jajaran Komando Sektor Timur Area Operasi UNIFIL di Libanon Selatan. Selain untuk memperkenalkan diri, kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat dan mengecek langsung posisi Base Camp tiap Satuan, kondisi dan kesiapan personel serta peralatan Konga XXIII-B.
Kunjungan Brigjen Sanjuan Martinez ke Konga XXIII-B diawali dengan penyambutan oleh Komandan Satgas Letkol Inf A M Putranto beserta perwira staf di depan Ksatrian “Soekarno Base”, sebutan bagi Markas Batalyon Konga XXIII-B dan langsung menuju ruang VIP untuk menerima paparan singkat tentang kondisi Kontingen Indonesia.
Beliau nampak antusias mengikuti paparan, bahkan beberapa kali memberikan respon positif terhadap laporan penemuan UXO (unexploded ordnance) yang diketemukan oleh prajurit TNI dari Kompi D dan Kompi B beberapa waktu yang lalu. Selesai acara paparan, Beliau bersama dengan Dansatgas Konga XXIII-B berangkat menuju ke Base Camp Kompi dalam rangka peninjauan keliling. Yang pertama kali dikunjungi ialah Kompi C, lalu Kompi A dan terakhir Kompi B.
Pada saat berada di Kompi B, Brigjen Sanjuan berkesempatan melihat langsung Makam Sheikh Abbad Tomb, yang terkenal karena selain berbatasan langsung dengan Israel yang menjadikannya salah satu Hot Spot di wilayah operasi UNIFIL, juga karena bentuk makamnya yang terbelah dua secara harfiah, yaitu separuh makam masuk wilayah Israel dan separuh lainnya masuk wilayah Libanon. Acara dilanjutkan dengan jamuan makan siang dengan menu hidangan khas Indonesia. Beliau memuji cita rasa masakan Indonesia yang dikatakannya “sangat mengundang selera” dan berharap dapat merasakan menu lainnya pada kesempatan yang lain.
Mengakhiri acara kunjungan tersebut, Brigjen Sanjuan menyatakan kekaguman dan kepuasannya atas pelaksanaan tugas Yon Mekanis TNI Konga XXIII-B yang menurutnya “berjalan dengan sangat baik dan penuh semangat”. Brigjen Sanjuan berpesan agar prajurit TNI tetap memelihara semangat tersebut karena hanya Indonesia satu-satunya kontingen UNIFIL yang melakukan rotasi penugasan tiap 1 tahun sementara kontingen negara lain tiap 6 atau 8 bulan sehingga menurut Sanjuan, banyak negara lain salut atas stamina prajurit TNI.
Sebagai wujud apresiasinya, Brigjen Sanjuan memberikan cindera mata kepada Dansatgas Konga XXIII-B Letkol Inf AM Putranto dan para Komandan Kompi, satu hal yang jarang dilakukan Beliau bila mengunjungi kontingen negara lain. Sebelum meninggalkan Base Camp Kompi B, Brigjen Sanjuan menyempatkan untuk berfoto bersama dengan Dan Satgas Letkol Inf AM Putranto dan Perwira Staf Konga XXIII-B di depan monumen yang dibangun oleh Kontingen Ghana pada saat menempati Base Camp tersebut tahun 2001.
Berdasarkan pengaturan pengerahan pasukan PBB oleh UNIFIL di wilayah Libanon Selatan, Kontingen Indonesia masuk ke dalam komando dan pengendalian sektor Timur bersama-sama dengan kontingen Nepal, Spanyol, India dan Malaysia. Namun diantara kontingen tersebut, hanya Indonesia dan India yang memiliki Hot Spot atau area dengan potensi konflik sangat tinggi sehingga sangat rawan terjadi pelanggaran terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 1701, baik oleh Hizbullah atau kelompok bersenjata lainnya maupun oleh Israel sendiri.
Labels:
INDOBATT
|
0
comments
DANSATGAS KONGA XXIII-B BERI PENGHARGAAN KOMPI DAN PRAJURIT BERPRESTASI
13:51 | Posted by
INDOBATTFUNNY |
Edit Post
Demikian cuplikan pengarahan Dansatgas Konga XXIII-B Letkol Inf AM Putranto, S.Sos pada saat Upacara pemberian penghargaan dan tali asih kepada Kompi Berprestasi periode bulan Desember 2007 dan Prajurit berprestasi di Lapangan Apel “Soekarno Base” Markas Yon Mekanis TNI Konga XXIII-B/UNIFIL, Adshit Al Qusayr, Lebanon Selatan pada hari Sabtu (22/12).
Penghargaan Kompi Terbaik Konga XXIII-B pada periode ini diraih oleh Kompi Mekanis-B di bawah pimpinan Kapten Inf Mahbub Junaedi sebagai Komandan Kompi dan Kompi Mekanis-D di bawah pimpinan Kapten Inf Marwan, berdasarkan pada penilaian bahwa ke-2 Kompi tersebut berhasil melakukan pendekatan terhadap masyarakat Lebanon yang berada di wilayah area operasinya sehingga banyak anggota masyarakat yang bersimpati dan kemudian melaporkan mengenai adanya ranjau, cluster bom dan UXO (unexploded ordnance, seperti proyektil roket, meriam, granat dan lain-lain) kepada anggota Kompi-kompi tersebut. Berdasarkan laporan-laporan masyarakat ini kemudian berhasil ditemukan sejumlah 30 buah oleh Kompi Mekanis-D dan sebanyak 11 buah oleh Kompi Mekanis-B. Penemuan-penemuan benda berbahaya bagi nyawa manusia ini menjadi salah satu penonjolan kegiatan pasukan Konga XXIII-B yang ternyata mendapatkan apresiasi positif dan pujian dari Komando Atas, dalam hal ini Komandan Sektor Timur UNIFIL Brigjen Sanjuan Martinez dari Spanyol.
Sedangkan Prajurit Berprestasi yang mendapat penghargaan ialah para prajurit yang berhasil mengharumkan nama Konga XXIII-B pada saat turnamen Bellubatt Trophy dengan meraih gelar juara III untuk tim Indobatt-1 (Indobatt, Indonesia Battalion – red) dan masuk dalam 5 besar (the best five) untuk tim Indobatt-2. Tim Indobatt-1 terdiri dari : Serda Mislan (Kostrad), Praka Laode S (Kostrad), Pratu Taufik (Kostrad), Pratu Dudi Juandi (Marinir) sebagai pemain inti dan Pratu M.Tahir (Kostrad) sebagai cadangan, sedangkan tim Indobatt-2 terdiri dari Prada Bustan (Kostrad), Kopda Rahman (Kostrad), Pratu Edi Sabara (Kostrad), Kopda Kumpul Trimurejo (Marinir) sebagai pemain inti dan Pratu Joni A (Kostrad) sebagai cadangan.
Selesai pelaksanaan upacara, Dansatgas didampingi Wadansatgas Letkol Mar Ipung Purwadi beserta seluruh Perwira dan anggota yang terlibat dalam upacara memberikan tali asih dan ucapan Selamat kepada Danki Mekanis-B, Danki Mekanis-D dan para prajurit berprestasi yang berhasil mendapat penghargaan.
Labels:
INDOBATT
|
0
comments
PASUKAN INDOBATT ANTUSIAS MENYAMBUT TURUNNYA SALJU DI LEBANON
13:18 | Posted by
INDOBATTFUNNY |
Edit Post
Prajurit Indobatt Antusias menyambut turunnya salju pertama kali di Lebanon. Ibaratnya kayak orang katrok...(Kalau Orang Jawa Bilang) hehehe...baru pertama melihat turunnya salju,mungkin negara lain beranggapan bahwa Turunnya salju ini sudah biasa & sering dilihat tapi bagi kami tidak.
dikala orang salju turun negara lain mungkin tidur karena kedinginan tapi kami tidak malah bermain-main dengan salju.semua pun ikut menikmati turunnya salju di Lebanon baik Perwira,Bintara maupun Tamtama semua kembali ke sifatnya masing-masing ( seperti anak kecil) inilah kegembiraan yang tak terhingga bagi kami.
Tapi kami pun tetap melaksanakan tugas kami di Lebanon seperti biasa & sesuai tugas kami yakni menjaga Perdamaian dibawah naungan PBB.
Terima kasih tuhan engkau telah menurunkan rahmatmu dengan salju indahmu di Lebanon Selatan & ini adalah kenangan yang tak terlupakan sepanjang hidup kami. (Never Ending Memories)
Kami berharap mudah-mudahan Lebanon Tetap menjadi negara yang indah dan selalu tercipta perdamaian.seperti turunnya salju yang pernah kami lihat begitu indah...
dan semoga semua tugas kami selalu dilindungi Tuhan YME. Amin....
tetap semangat kawan-kawan, semoga keberhasilan selalu menyertai kalian.
salam "GARUDA"
Labels:
INDOBATT
|
0
comments
PASUKAN GARUDA LEBANON UNJUK GIGI DALAM TURNAMEN MILITER INTERNASIONAL
13:16 | Posted by
INDOBATTFUNNY |
Edit Post
Turnamen ini diprakarsai oleh negara Belgia dan Luxemburg dan karenanya dinamakan dengan Bellubat yang merupakan singkatan dari Belgia Luxemburg Battalion. Turnamen dengan nama lengkap Bellubat Trophy Championship digelar pada tanggal 21 Desember 2007 di Markas Batalyon Belgia yang berlokasi di Tibnine, menempuh rute lari sekitar 2 Km kemudian dilanjutkan melewati beberapa rintangan (obstacle) yang dipersiapkan di Benteng Tibnine (Castle of Tibnine) seperti death ride, rope ladder, rappeling, stone carry, climbing, tyrolienne dan stretcher. Menurut Ketua Panitia Turnamen, Mayor Biliet, undangan sudah disampaikan kepada seluruh kontingen, termasuk tentara Lebanon.
Namun pada saat technical meeting, akhirnya 8 negara yang mengikuti turnamen ini, yaitu tuan rumah Belgia (7 tim), Prancis (3 tim), India (3 tim), Portugal (1 tim), China (1 tim), Nepal (1 tim), Lebanon (2 tim), Indonesia (2 tim) dan tambahan peserta wanita dari Belgia dan Prancis (masing-masing 1 tim). Sebagai catatan khusus, keikutsertaan kontingen Indonesia dalam turnamen bergengsi ini merupakan yang pertama kalinya. Total tim yang ikut berlomba ialah 22 tim, masing-masing tim terdiri dari 4 orang anggota inti dan 1 orang cadangan.
Dua hari menjelang turnamen, kontingen Indonesia diberi kesempatan mencoba materi obstacle yang dipertandingkan. Pada kesempatan uji coba tersebut, nampak terlihat keragu-raguan bahkan sikap menyangsikan kemampuan para prajurit Konga XXIII-B, baik dari tentara Bellubat dan tim negara lain yang saat itu juga hadir. Sikap itu timbul karena melihat postur tubuh prajurit TNI yang kecil dan belum terlatih dengan rintangan yang dilalui serta belum terbiasa dengan cuaca yang memasuki musim dingin.
Namun semua kendala itu tidak menciutkan nyali prajurit Merah Putih. Hal ini ditunjukkan pada saat pelaksanaan turnamen, prajurit Garuda yang mendapat giliran start ke-9 (tim Indobatt-1) dan start ke-11 (tim Indobatt-2) langsung unjuk gigi, melesat bak anak panah melewati berbagai medan rintangan yang dipersiapkan. Sikap meremehkan kontingen Indonesia langsung berganti decak kagum dan pujian, baik dari tentara-tentara Bellubat sendiri selaku penyelenggara maupun dari tentara kontingen negara lain, begitu melihat aksi prajurit-prajurit Garuda. ”Your soldiers are amazing...salute!” demikian komentar yang disampaikan oleh salah seorang Perwira Belgia. ”Very energic, full of spirit!” tambah seorang perwira India.
Sesaat setelah tim Indobatt-1 dan tim Indobatt-2 masuk garis finish, banyak yang meramalkan Indonesia akan menjadi kandidat kuat pemenang turnamen. Dan ternyata, ramalan tersebut tidak jauh meleset. Pada saat pengumuman pemenang, Indonesia berhasil masuk 5 besar (the best five), di mana tim Indobatt-1 berhasil meraih gelar juara III setelah tim Kontingen Prancis (juara I) dan tim Kontingen India (juara II) sementara untuk tim Indobatt-2 berada di urutan ke-5. Disaksikan sejumlah pejabat militer dari India, Perancis dan Nepal serta para perwira dari negara peserta, Tropi diserahkan kepada Dansatgas Yon Mekanis TNI Konga XXIII-B Letkol Inf A M Putranto, S.Sos oleh Ketua Panitia, Mayor Biliet mewakili Komandan Bellubatt, Letkol Van der Donckt dan dilanjutkan dengan acara foto bersama.
Keberhasilan ini, menurut Dansatgas Konga XXIII-B Letkol Inf A M Putranto, S. Sos merupakan hasil yang luar biasa mengingat persiapan untuk menghadapi turnamen dari segi waktu, sangatlah terbatas. Pemberitahuan pelaksanaan turnamen ini hanya 9 hari sebelum jadwal pertandingan. Dengan waktu tersebut pasukan Garuda melaksanakan latihan intensif di bawah pengawasan Kapten Inf Edi Widiyanto, Komandan Kompi Mekanis-A. ”Meskipun hasil yang diraih ialah juara III, namun prestasi ini telah mengharumkan nama Konga XXIII-B, TNI, bahkan Indonesia di mata dunia Internasional dan membuat nama Indonesia akan diperhitungkan oleh kontingen negara lain di setiap event turnamen yang diselenggarakan pada waktu mendatang”, tegas Dansatgas kepada prajurit Konga XXIII-B sesaat setelah acara penerimaan tropi pemenang.
Kondisi keamanan Lebanon Selatan, termasuk di sepanjang Blue Line (daerah/garis yang ditetapkan PBB untuk membatasi konflik antara Israel dan milisi Hizbullah Lebanon) yang saat ini relatif tenang, memberikan inspirasi bagi Batalyon Belgia yang akan mengakhiri tugasnya untuk menyelenggarakan event ini. Namun demikian, kesiapsiagaan tetap menjadi prioritas setiap kontingen yang tergabung di UNIFIL, baik di Sektor Timur maupun Sektor Barat. Dapat dikatakan, kegiatan turnamen keterampilan militer ini merupakan tugas tambahan dan tidak sedikit pun mengurangi tugas pokok kontingen UNIFIL, termasuk Kontingen Garuda XXIII-B yaitu untuk memelihara perdamaian di Lebanon Selatan sesuai Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 melalui pelaksanaan patroli, baik berjalan kaki maupun berkendaraan serta melakukan observasi secara terus menerus di Area Operasi yang telah ditetapkan.
Labels:
INDOBATT
|
0
comments
USAI ANGKAT TRAKTOR DENGAN PANSER, KONGA XXIII-B TEMUKAN MORTIR
13:12 | Posted by
INDOBATTFUNNY |
Edit Post
Kejadian berawal saat Samir mengendarai traktor untuk menarik gerobag dengan muatan kayu dari desa Ett-Taibe menuju ke arah Der Siriane, Lebanon Selatan. Di tengah perjalanan, saat melewati medan tanjakan, gerobak oleng ke kanan. Dengan sekuat tenaga, Samir berusaha menyeimbangkan kendaraannya namun karena membawa muatan yang cukup berat dan tidak merata susunannya, akhirnya gerobag masuk ke bahu kanan jalan sampai kemudian benar-benar terperosok. Uniknya, sesaat setelah kejadian naas itu, Samir malah melapor ke Pos Konga XXIII-B. Padahal, Pos tentara Lebanon juga tidak terlalu jauh jaraknya, hanya terpaut kira-kira 300 meter dari Pos TNI. Apa alasannya? “Tentara Indobatt (Indonesia Battalon –red) lebih tulus bila membantu masyarakat Lebanon...sangat bersahabat”, demikian Samir menjawab dalam bahasa Inggris yang patah-patah.
Dalam waktu tidak lebih lama dari 20 menit setelah sampai di tempat kejadian, personel Konga XXIII-B berhasil mengangkat kendaraan yang terperosok kembali ke posisi normal di jalan utama. Menurut Lettu (Mar) Imam Supriyanto, Komandan Tim yang memimpin proses pengangkatan traktor itu, penggunaan panser jenis BTR ini berdasarkan petunjuk langsung dari Dansatgas Konga XXIII-B Letkol Inf A M Putranto, S.Sos mengingat medan yang dihadapi cukup mendaki dan agak licin karena malam sebelumnya baru saja diguyur hujan. Sehingga bila menggunakan kendaraan biasa, dikhawatirkan justru akan membahayakan proses pengangkatan itu sendiri.
Selanjutnya sebagai bukti lain kedekatan masyarakat dengan Konga XXIII-B, pada esok harinya (26/12) ada lagi warga lain bernama Ali, 26 tahun, dari desa Nabatiye melapor ke pos yang sama, yaitu Pos Kompi Mekanis-C di UN Posn 9-2 Az-Ziqqiyah, Lebanon Selatan. Kali ini Ali melaporkan tentang penemuan benda yang dicurigai sebagai UXO (unexploded ordnance). Berdasarkan laporan Ali, Danki Mekanis-C segera mengorganisir 1 tim dibawah pimpinan Lettu (Mar) Tantahara untuk mengecek kebenaran informasi tersebut. Dipandu oleh Ali, yang sehari-harinya bekerja sebagai penggembala domba, akhirnya tim tiba di lokasi dan berhasil menemukan UXO dari jenis yang mematikan, yaitu 3 buah munisi Mortir Tipe MO-81 dan 1 buah Mortir Tipe MO-60 serta 1 buah tidak diketahui tipenya, namun diduga merupakan proyektil roket. Sesuai SOP yang berlaku, tim segera mendokumentasikan penemuan itu, memberi tanda “Danger Mines” dan melaporkan kepada Danki pada saat kembalinya. Berikutnya, secara hierarkis laporan penemuan itu akan diteruskan kepada Komando Pasukan yang lebih tinggi guna diambil langkah-langkah lebih lanjut.
Sesuai Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 1701, kontingen yang berada di bawah bendera UNIFIL (United Nations Interim Force in Libanon), termasuk Satgas Yon Mekanis TNI Konga XXIII-B, selain bertugas pokok menjaga dan memelihara perdamaian secara permanen serta menekan terjadinya kembali konflik antara Israel dengan milisi Hizbullah, juga bertugas melindungi dan memberikan bantuan kemanusiaan (humanitarian assistance) kepada masyarakat Lebanon Selatan.
Labels:
INDOBATT
|
0
comments
17 ROKET DAN MORTIR, PENEMUAN SPEKTAKULER KONGA XXIII-B
13:07 | Posted by
INDOBATTFUNNY |
Edit Post
Fakta ini terungkap saat paparan Wadan Satgas Konga XXIII-B Letkol Mar Ipung Purwadi kepada rombongan Perwira Staf dari Spanyol yang akan merotasi jabatan di Sektor Timur UNIFIL yang dipimpin Letkol Macarro saat mengunjungi Markas Konga XXIII-B di Taalt Kasaaf, Lebanon Selatan pada Minggu (20/1).
Penemuan roket dan granat mortir ini sejak tanggal 3 Januari sd. 11 Januari 2008 seluruhnya merupakan hasil informasi masyarakat di wilayah operasi Kontingen Indonesia. Ini pun suatu prestasi tersendiri mengingat sifat tertutup masyarakat yang notabene mayoritas pendukung Hizbullah. Masyarakat secara sukarela mau berbagi informasi tentang berbagai hal kepada prajurit Konga XXIII-B, termasuk tentang adanya roket, munisi mortir, ranjau dan cluster bomb di wilayah mereka. Walaupun pada awalnya mereka mencurigai prajurit-prajurit Merah Putih, namun berkat pendekatan persuasif yang dilakukan secara intensif oleh seluruh prajurit, masyarakat Lebanon akhirnya percaya bahwa keberadaan Kontingen Indonesia adalah untuk membantu mereka mencapai kehidupan dan stabilitas perdamaian yang lebih baik.
Terkait jenis roket dan granat mortir yang ditemukan, Perwira Peralatan Satuan Tugas Konga XXIII-B Lettu Cpl Ramin menyatakan seluruhnya tergolong UXO (Unexploded Ordnance). Artinya, tegas Lettu Ramin, roket dan granat ini masih membahayakan jiwa manusia walaupun fuze (pemicu –red) yang ada dalam UXO ini tidak bekerja lagi namun bahan peledak di dalamnya masih aktif dan siap meledak kapan saja tergantung dari faktor eksternal yang menjadi pemicunya. Perubahan suhu yang ekstrem (panas yang tinggi) karena cuaca atau pembakaran/pemanasan, benturan bahkan sentuhan sekalipun dapat menyebabkan handak di dalam UXO ini meledak dalam sekejap mata.
Sedangkan mengenai kunjungan Letkol Macarro dan rombongannya, selain meninjau Markas Konga XXIII-B UN Posn 7-1, mereka juga meninjau Base Camp Kompi A di El Aadeisse UN Posn 9-63, Kompi B di Markabe UN Posn 8-33 dan Kompi C di Az Ziqqiyah UN Posn 9-2. Kunjungan ini sendiri bertujuan untuk mendapatkan informasi dan gambaran tentang situasi dan kondisi terkini wilayah misi Perdamaian PBB di Lebanon Selatan, khususnya di Area Operasi Indobatt (Indonesian Battalion). Hasil kunjungan ini selanjutnya sebagai bahan masukan untuk mempersiapkan pasukan pengganti Kontingen Spanyol dan Staf di jajaran Sektor Timur , terutama dari segi personel, materiil dan latihan pratugasnya.
Di akhir kunjungannya di Kompi Mekanis B, Letkol Macarro menyampaikan salut dan kekagumannya terhadap profesionalisme prajurit Kontingen Indonesia dan memuji sikap santun dan bersahabat yang ditunjukkan prajurit TNI selama kunjungannya tersebut. Ia dan rombongan melihat sendiri saat konvoy/iringan kendaraannya dari satu base camp ke base camp lainnya berpapasan dengan masyarakat, selalu saja ada warga yang melambaikan tangan kepada Kontingen Indonesia di sepanjang perjalanan itu. Ini suatu bukti nyata bagi para Perwira Spanyol bahwa prajurit Indobatt memang dikenal akrab dan bersahabat dengan masyarakat Lebanon dan tentara LAF (Lebanon Armed Forces).
Menutup kunjungannya, Letkol Macarro berharap agar kerjasama yang baik yang terjalin selama ini dengan Komando Sektor Timur UNIFIL maupun dengan Kontingen Spanyol tetap dipertahankan terutama pada saat Ia dan pasukan pengganti mulai bertugas pada bulan Maret mendatang.
Labels:
INDOBATT
|
0
comments
Subscribe to:
Posts (Atom)
Blog Archive
-
►
2008
(51)
- ► 16 November (23)
- ► 9 November (1)
- ► 2 November (27)

