Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net
Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net
Add to Technorati Favorites

Masukan Email Anda Untuk Berlanggan Update Berita Terbaru

Delivered by FeedBurner

Komentar Terbaru

Powered by Blogger.

ShoutMix chat widget
"Wellcome" to Indobatt-community
My Profil
Nama:Lutfieadi
Satuan:Korpaskhas
TNI-AU
Email:
Cakrageneration
@yahoo.com
Thank's For
All My Best
Friend's
GARUDA XXIII/B
UNIFIL 08-09
Salju abadi
Lebanon
Thank's of all
GOOD LUCK

Join My Community at MyBloglog!
Showing posts with label MARINIR. Show all posts
Showing posts with label MARINIR. Show all posts
Saturday, 22 November 2008

Sekilas Tentang Marinir

Kormar berperan aktif dalam berbagai operasi militer di Indonesia. Salah satu operasi amfibi militer terbesar yang pernah terjadi adalah Operasi Jayawijaya, yakni operasi pendaratan puluhan ribu pasukan TNI di Irian Barat dalam Operasi Trikora awal dasawarsa 1960-an.

Pada tahun 1999 muncul rencana untuk memekarkan Kormar dari jumlahnya yang sekitar 13.000 personel sekarang. Menurut rencana ini, tiap markas Kormar akan memiliki tiga brigade tempur, yaitu Brigade Infanteri, Brigade Kavaleri, dan Brigade Artileri, dengan dibantu oleh satu resimen Bantuan Tempur dan satu resimen Bantuan Administrasi. Markas Kormar akan ditambah satu sehingga menjadi tiga lokasi: Surabaya untuk bagian Timur, Jakarta untuk bagian Tengah, dan Pulau Rate di Lampung untuk bagian Barat. Pemekaran ini akan menambah jumlah pasukan Kormar menjadi 23.000 personel.

Batalyon intai amfibi

Yontaifib adalah satuan elite dalam Korps Marinir, seperti halnya Kopassus dalam jajaran TNI-AD. Di masa lalu satuan ini dikenal dengan nama Kipam (Komando Intai Para Amfibi). Bagi prajurit marinir biasa, bila ingin memperoleh kualifikasi (brevet) intai amfibi, tentu harus lolos seleksi lebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan mengikuti program latihan tambahan selama sembilan bulan, yang kurikulumnya jauh lebih berat. Brevet intai amfibi kira-kira sama kelasnya dengan brevet Komando dalam Kopassus.

Untuk menjadi anggota Yontaifib, calon diseleksi dari prajurit marinir yang memenuhi persyaratan mental, fisik, kesehatan, dan telah berdinas aktif minimal dua tahun.


Bukti beratnya memperoleh kualifikasi intai amfibi, bisa dilihat dari pengalaman selama ini, bahwa tingkat keberhasilan calon anggota memperoleh brevet intai amfibi hanyalah sepuluh persen.
Artinya, dari 500 siswa yang mengikuti pelatihan, paling hanya sekitar 50 siswa yang lulus, dan berhak memperoleh brevet intai amfibi.

Salah satu program latihan yang mendebarkan bagi siswa pendidikan intai amfibi, adalah berenang dalam kondisi tangan dan kaki terikat, sejauh 3 km. Karena kedua tangan dan kaki terikat, maka cara berenangnya mengikuti gaya lumba-lumba. Renang gaya lumba-lumba ini sebagai antisipasi, bila suatu saat anggota ditawan musuh.

Kemampuan renang gaya lumba-lumba dapat digunakan sebagai salah satu cara meloloskan diri. Ide pelatihan ini berasal dari pengalaman pasukan elite Amerika (SEAL), yang ditawan pihak lawan saat Perang Vietnam dulu, namun tetap bisa meloloskan diri, dengan berenang dalam kondisi tangan dan kaki terikat.
Friday, 21 November 2008

18 PETERJUN PASUKAN KHUSUS RAMAIKAN HUT MARINIR


Delapan belas peterjun dari Pasukan Khusus TNI/ TNI AL yakni 6 peterjun dari satuan Detasemen Jalamangkara (Denjaka), 6 peterjun dari Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL dan 6 peterjun dari Batalyon Intai Amfibi (Taifib) Korps Marinir, ikut meramaikan perayaan HUT ke-63 Korps Marinir yang digelar di Markas Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (18/11).


Aksi para peterjun andal dari 3 satuan yang berbeda tersebut mendapat sambutan yang cukup hangat dari para undangan yang hadir dalam acara peringatan hari jadi Korps Marinir yang saat itu dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno, S.H. Usai acara parade pasukan, bersamaan dengan pasukan upacara meninggalkan lapangan, seluruh peterjun yang diangkut pesawat TNI AL jenis Cassa CN 212 satu per satu berhasil “Happy Landing” di “Landing Zone” yang berada di depan mimbar undangan. Selanjutnya dengan sigap mereka merapikan parasutnya masing-masing untuk kemudian berkumpul membentuk satu barisan sebelum akhirnya meninggalkan lapangan upacara diiringi aplaus meriah dari tamu undangan.

Aksi para peterjun dalam sebuah acara peringatan HUT Korps Marinir memang bukanlah sesuatu yang luar biasa. Namun yang unik dalam acara peringatan HUT ke-63 Korps Marinir tahun ini adalah pelibatan peterjun-peterjun andal dari luar satuan Korps Marinir yakni Kopaska TNI AL. Inilah bentuk kerjasama satuan yang hendaknya ditingkatkan di masa yang akan datang.

HUT KORPS MARINIR DI LANTAMAL II PADANG


Dalam rangka memperingati HUT Korps Marinir ke-63 yang jatuh pada tanggal 15 November, Lantamal II Padang melaksanakan upacara militer di lapangan Mako Yonmarhanlan II Padang dengan Irup Komandan Lantamal II Padang Laksamana Pertama TNI Syarif Husin, Selasa (18/11).

Sebagai Komandan Upacara pada peringatan HUT Korps Marinir ke-63, Kapten Mar Derianton yang sehari-hari menjabat Pasops Yonmarhanlan II, sedangkan sebagai pembaca Sapta Marga Serda Mar Sadam Husin.


Peringatan HUT Marinir ke-63 dilaksanakan bersamaan dengan peringatan ulang tahun Yonmarhanlan yang ke-1 yang jatuh pada tanggal 6 November .

Pada kesempatan tersebut prajurit Marinir Yonmarhanlan II juga melakukan kegiatan Renang Laut dan Donor Darah.

JABATAN ASPERS DANKORMAR DISERAHTERIMAKAN


Jabatan Asisten Personel Komandan Korps Marinir (Aspers Dankormar) diserahterimakan dari Kolonel Marinir Budianto kepada Kolonel Marinir R. Gatot Suprapto, Kamis (20/11) di Markas Komando Korps Marinir (Mako Kormar) Jl. Prapatan 40 Jakarta Pusat.

Dankormar Mayjen TNI (Mar) Djunaidi Djahri yang memimpin langsung acara serah terima dalam amanat tertulisnya mengatakan, di dalam struktur organisasi Korps Marinir, Aspers Dankormar berkedudukan langsung di bawah Dankormar, bertanggung jawab merumuskan dan mengembangkan kebijaksanaan Dankormar di bidang pembinaan personel militer dan pegawai negeri sipil Korps Marinir.

Dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, Aspers Dankormar berada di bawah koordinasi dan pengarahan Kepala Staf Korps Marinir, dimana fungsi dan tugasnya sangat penting dalam rangka menunjang pelaksanaan tugas pokok Korps Marinir. Pada bagian lain Dankormar menyampaikan rasa hormat disertai ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas segala usaha dan kerja keras serta prestasi dan dedikasi yang telah ditunjukkan pejabat lama selama mengemban jabatan sebagai Aspers Dankormar dalam memberikan kontribusi positif yang sangat bermanfaat bagi Korps Marinir.

Sedangkan kepada pejabat baru, orang nomor satu di jajaran Korps Marinir itu mengatakan selamat atas pengangkatan sebagai Aspers Dankormar. ” Selamat bekerja, laksanakan peralihan jabatan ini dengan cepat, jangan ragu dalam berbuat selama dalam koridor yang tepat, serta sebagai komunitas staf jangan lupa bahwa koordinasi adalah kunci keberhasilan di dalam setiap tugas dan pekerjaan” tambah Dankormar dalam acara yang dihadiri sejumlah pejabat teras Korps Marinir Wilayah Barat itu. Kolonel Marinir R. Gatot sebelumnya berdinas di Sahli A Wilnas Pangarmabar. Sedangkan Kolonel Marinir Budiyanto selanjutnya menempati jabatan baru sebagai Kapokmamar Gadik Kobangdikal